-->

Welcome!

I am Dhenim Prianka Videographer Video Creator

View Work Hire Me!

About Me

Videography
Broadcast
Design
Who am i

@dhenimprianka.

Videographer

Experienced Freelance Videographer with a history of working in the broadcast media industry. Skilled in Photography, Videography, Video Editing, and Camera Operation.

Strong arts and design professional with a Bachelor of Science Communication focused in Broadcast Journalism from Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Services

Camera

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Blog

Showreel 2017-2020



 

Lingkaran Politik, Bisnis dan Keluarga

Photo: http://pacificpolicy.org/2015/09/by-elections-dynasty-politics-and-saving-costs/

Sejak masyarakat Banten terkejut oleh penangkapan adik kandung Gubernur Banten beberapa bulan yang lalu, yaitu Tb Chaeri Wardana yang lebih akrab dipanggil Wawan dalam kasus penyuapan terhadap ketua Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada Kabupaten Lebak. KPK pun langsung bereaksi terhadap kasus tersebut dan langsung mengeluarkan larangan berpergian keluar negeri untuk sang kakak, yaitu Ratu Atut Choisiyah.


Media pun gencar melakukan pemberitaan terhadap kasus tersebut sehingga mendongkrak “popularitas” Ratu Atut Choisiyah, dan berujung pada terusiknya Dinasti Politik di Banten yang sejak lama tidak tersentuh oleh media nasional. Entah kemana masyarakat Banten selama ini yang tidak menyadari bahwa ada sebuah dinasti yang mengusai Banten dengan segala pengaruh kekuasaan yang kuat didalamnya. Atau ternyata kita tahu, hanya saja kita tidak mau pusing memikirkan cara mengungkapkannya dan bersikap apatis berpura-pura tidak tahu.

Sayangnya kondisi politik dinasti di Banten seperti ini tampaknya kurang mendapat perhatian masyarakat Banten, karena pada beberapa daerah di banten masyarakatnya belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintahnya. Hal ini sangat miris karena setelah reformasi 1998 Indonesia sedang memulai era demokrasi politik yang bersih, namun oknum elit politik justru memanfaatkannya untuk kepentingan kelompoknya sendiri. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa kita harus menyalahkan sistem atau kita menyalahkan sikap kita yang seakan-akan tunduk oleh kekuatan dengan berbagai tindakan dan komunikasi politik yang digunakan untuk menutupi praktek tersebut sehingga terbentuk opini di masyarakat Banten yang membuat praktek dinasti politik adalah hal yang masih dianggap dalam batas kewajaran.

Praktek ini diawali ketika Ratu Atut Choisiyah terpilih menjadi Gubernur Banten melalui pilkada pada tahun 2006 yang menuai banyak kontroversi. Ratu Atut sendiri merupakan anak dari tokoh sentral banten Yaitu H. Tb. Chasan Sochib, yang juga pemimpin tunggal kelompok paling dominan di Banten yang sering disebut kelompok “Rau”. Ayanya sangat berperan dalam menjadikan atut seorang politikus, lewat lobi-lobi politiknya dengan salah satu partai berkuasa saat itu berhasil memasukan Atut ke dalam kepengurusan partai. Penguasan dalam posisi kunci partai di tingkat kota dan provinsi adalah kunci dinasti ini dapat memuluskan jaring kekuasaannya.

Hingga saat ini ada beberapa anggota keluarga mulai dari anak, menantu hingga saudara ipar yang menjabat posisi penting di Banten. Diantaranya yaitu suami Ratu Atut, Alm. Hikmat Tomet yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Banten. Rencananya Hikmat akan dipercaya kembali oleh Golkar untuk mengikuti pemilu legislatif 2014 dari dapil Banten 2, namun pada tanggal 9 November lalu karena penyakit stroke ia meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto.

Lalu anak pertama Ratu Atut, Andika Hazrumy berstatus anggota DPD yang kini mencalonkan diri sebagai anggota DPR di dapil Pandeglang-Lebak. Adik Andika, yakni Andiara Aprilia kini mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Hingga menantu Ratu Atut, istri dari Andika, yakni Ade Rosi Khaerunissa menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Serang. Dia pun mendaftar sebagai caleg DPRD Banten dari Partai Golkar. Kemudian Kakak kandung Ratu Atut, Tatu Chasanah merupakan Wakil Bupati Serang. Dan yang paling segar adalah kakak tiri Ratu Atut, Haerul Jaman yang baru terpilih sebagai Walikota Serang. Disusul adik ipar Ratu Atut, Airin Rachmi Diany merupakan Walikota Tangerang Selatan sejak 2011. Dan yang terakhir adalah Ibu tiri Ratu Atut, yaitu Heryani yang merupakan istri ke empat dari ayahnya yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Pandeglang.

Menurut Harol D. Laswell, “Politics is who gets what, when, and how”. Tidak heran mengapa banyak keluarga dari Ratu Atut Choisiyah mendapatkan jabatan – jabatan yang strategis di berbagai lini pemerintahan, semua itu diawali dengan menempatkan anggota keluarga diposisi vital, yaitu Seorang Gubernur tentunya yang diharapkan dapat membantu anggota keluarga lainnya dikemudian hari. Bila ditinjau dari ilmu komunikasi, pencitraan yang dilakukan oleh Ratu Atut Choisiyah dalam menjalankan roda pemerintahannya juga sangat membantu proses terbentuknya politik dinasti ini. Atut memang termasuk jarang tampil di televisi, namun ia memiliki strategi pencitraan yang luar biasa nyaris menyamai politisi - politisi besar di negeri ini. Melalui puluhan baliho yang terpampang di berbagai sudut jalan, hingga gedung-gedung pelayanan masyarakat sukses membuat warga Serang dan sekitarnya seakan-seakan di hipnotis oleh kemajuan Provinsi Banten yang semu.

Nyatanya bila menurut berdasarkan ilmu hukum tata Negara dan politik tidak ada aturan perundangan yang melarang kehadiran dinasti politik. Karena itu merupakan hak politik setiap warga negara, apa pun latar belakang keluarganya. Asal yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk menjalankannya, publik mempercayainya, dan tidak melanggar aturan dalam memperoleh jabatan tersebut, maka tidak ada alasan untuk melarang siapapun berpolitik hanya karena latar belakang keluarga yang bersangkutan.

Akan tetap dibutuhkan kesadaran atas norma, etika dan nilai kepatutan bagi mereka yang sadar akan posisinya yang berada di dalam sebuah jabatan penting. Karena apabila kekuasaan bertemu dengan bisnis maka sangatlah mungkin akan terjadinya penyimpangan-penyimpangan seperti yang di bicarakan oleh presiden beberapa waktu lalu.

Dinasti Politik bisa menjadi upaya untuk mematikan demokrasi di suatu provinsi. Terutama di Banten yang masih sangat membutuhkan banyak pembelajaran tentang demokrasi yang sesungguhnya di usianya yang relatif muda. Publik pun wajib mengawasi sepak terjang semua politisi, termasuk para anggota dinasti politik dan tetap waspada terhadap apapun yang dilakukan oleh para pemimpinnya.

Ulang tahun Banten yang ke-13 ini merupakan sebuah berkah, karena momentum hadir untuk memberikan kesempatan agar hukum tidak hanya tersimpan di dalam laci meja para hakim dan jaksa di provinsi ini (Banten).

Dhenim Prianka

“Update Status” Jadi Kebutuhan Masa Kini

Pixaby


Jejaring sosial menjadi candu bagi banyak masyarakat Indonesia khusunya kaum remaja ababil. Kehadirannya membawa perubahan positif maupun negatif yang berdampak bagi kita dan hubungan sosial dengan orang lain. Kini semeua kalangan menggunakan jejaring sosial guna melakukan komunikasi satu sama lain. Hingga hal yang dulu dianggap privasi kini dapat menjadi konsumsi umum, mengumbar segala informasi tentang dirinya agar dapat dilihat oleh orang lain.

Mulai tahun 2002, perkembangan teknologi informasi memasuki era social networking website atau media sosial. Lewat Friendster (2002), Myspace (2003), Facebook (2004), setiap orang bisa menjadi “media”. Siapapun dapat menyebarkan opininya secara lebih luas dan berdiskusi menggunakan media sosial. Saling bertukar informasi dalam bentuk tulisan, foto, rekaman suara, video. Kegiatan menulis di blog yang disebut blogging, menulis status lewat twitter membuat masyarakat di zaman sekarang menjadikan media sosial sebagai kebutuhan hidup yang tidak bisa terpisahkan, sehingga meng-update status seolah-olah adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan layaknya kebutuhan sandang, papan, pangan dan ekonomi.

Disadari atau tidak, jejaring sosial memang telah mengubah gaya hidup banyak orang. Zaman dahulu kehidupan masyarakat dapat hidup tenang tanpa kehadiran jejaring sosial di tengah-tengah mereka. Sedangkan di zaman ini sebagain besar remaja dan orang dewasa dapat dikatakankan tidak bisa hidup tanpa teknologi seperti internet, smartphone, dan jejaring sosial tersebut. Padahal fungsi sesungguhnya dari media social adalah sebagai pembuka jalan menuju media baru yang memperlebar kesempatan untuk berdialog, bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan dan informasi. Sayangnya oleh sebagian kaum remaja di Indonesia, media sosial justru digunakan sebagai sarana menunjukan gengsi untuk membentuk stereotip dirinya sebagai generasi yang gaul, beberapa orang menyebut kelompok ini alay.

Jejaring sosial meningkatkan rasa ingin tahu yang besar di masyarakat, membuat masyarakat ingin selalu update akan informasi dan trend saat ini, serta membuat masyarakat lebih membuka diri dan keseharian mereka lewat situs sosial yang dapat dikunjungi oleh banyak orang melalui status-status yang diposting oleh invidu itu sendiri. Beberapa individu merasa mengupdate status adalah sebuah hal yang dianggap bagus dan dapat menaikan status sosial individu tersebut.

Padahal jejaring sosial juga memiliki efek negatif bagi individu dan orang lain, diantaranya dapat menghilangkan waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara langsung yang dianggap lebih efektif. Karena kehadiran jejaring sosial merubah cara berinteraksi setiap individu, seringnya menggunkan situs jejaring sosial membuat individu asyik dengan hidupnya sendiri, banyak sekali waktu yang tersita dengan sia – sia, padahal waktu itu bisa dipakai untuk berinteraksi dengan orang lain yang merupakan prinsip dasar dari Interpersonal Communication.

Menurut saya perkembangan media social memang luar biasa bermanfaat, tetapi sebagai remaja seharusnya kita bisa lebih menggunakan sarana tersebut sesuai dengan kaidahnya. Jangan malah kita menggunakan untuk menghabiskan waktu yang sangat berharga hanya demi mengupdate kata-kata atau foto-foto yang tidak ada manfaatnya dan mengganggu privasi orang lain. Media memang diciptakan untung memudahkan komunikasi antara manusia akan tetapi jangan sampai kemudahan tersebut justru malah membuat perubahan sifat sosial yang mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Gunakan media sosial dengan sebijaksana mungkin.

Dhenim Prianka

Contact Us

Phone :

+62 838 7442 5955

Address :

Jl. Gainjar No. 19, Kab. Tangerang
Banten, Indonesia

Email :

prianka.dhenim@gmail.com